MAKASSAR – SULSEL || Journalistpolice.com – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait perkembangan evakuasi dan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/1/2026).
Konferensi pers dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., bersama unsur terkait dari KKP, Basarnas, Bareskrim Polri, Pusdokkes Polri, serta Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Kapolda Sulsel menjelaskan Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep. Selanjutnya, identifikasi dilakukan secara menyeluruh dan ilmiah oleh Tim DVI Gabungan.
“Tim DVI yang terdiri dari Biddokkes Polda Sulsel dan didukung Pusdokkes Polri, Inafis, Pusident Bareskrim, serta FK Unhas, berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang,” ujar Kapolda.
Dari 11 kantong jenazah yang diterima, 10 korban berhasil diidentifikasi, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Satu kantong jenazah berisi bagian tubuh dipastikan merupakan bagian dari korban yang telah teridentifikasi, sehingga seluruh korban dalam manifest dinyatakan lengkap.
Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., menjelaskan proses identifikasi tujuh korban yang diterima pada Jumat (23/1/2026) dilakukan menggunakan metode sidik jari, gigi, properti, serta ciri medis.
Dengan hasil tersebut, Tim DVI Gabungan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah teridentifikasi secara resmi.
Pada kesempatan itu, Kapolda Sulsel mewakili Kapolri menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tutup Kapolda









