SAMPIT || Journalistpolice.com – Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kotawaringin Timur mengecam keras aksi penganiayaan terhadap Camat Mentaya Hilir Utara (MHU) yang terjadi saat rapat Gapoktanhut.
Peristiwa tersebut dinilai mencoreng kewibawaan pemerintah dan mencederai budaya musyawarah.
Fordayak menilai rapat resmi seharusnya menjadi ruang dialog untuk mencari solusi, bukan ajang tindakan anarkis. Semua pihak diingatkan agar menahan diri serta menghormati lembaga pemerintahan.
Ketua Fordayak Kotim, Audy Valent, menegaskan tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
Ia meminta aparat penegak hukum memproses pelaku sesuai aturan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perbedaan pendapat harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan kekerasan,” tegas Audy, Rabu 11/3/2026.
Ia juga mengingatkan bahwa Camat merupakan representasi pemerintah di tingkat kecamatan yang harus dihormati.
Menurutnya, tindakan penganiayaan terhadap pejabat yang sedang menjalankan tugas dapat merusak tatanan pemerintahan di daerah.
Fordayak berharap semua pihak menjaga kondusivitas daerah serta mengedepankan penyelesaian masalah secara bijak.
Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk tetap menghormati hukum dan menjaga stabilitas sosial di Kotawaringin Timur. (to)








