SAMPIT – KALT ENG || Journalistpolice.com – Warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menyuarakan keluhan terkait sulitnya mendapatkan air bersih.
Kondisi kemarau panjang membuat air Sungai Mentaya di kawasan tersebut semakin asin sehingga tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga seperti mandi, memasak dan mencuci, tetapi juga menyentuh kebutuhan keagamaan. Warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan air yang layak untuk berwudhu.
Salah seorang warga Samuda, Tarmin, berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun wakil rakyat.
Menurut Tarmin, kebutuhan air bersih seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Namun, ia menyayangkan ketika kegiatan yang sifatnya tidak mendesak masih dapat dilaksanakan dengan anggaran yang menurutnya cukup besar, sementara kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih justru masih sulit mendapatkan solusi.
“Kita melihat kegiatan-kegiatan yang sifatnya hiburan dalam rangka merayakan HUT RI, seperti pertandingan atau permainan domino dan kegiatan lainnya, bisa dilaksanakan dan mengeluarkan biaya jutaan rupiah. Tetapi ketika masyarakat menghadapi kebutuhan dasar seperti air bersih, kok rasanya sulit sekali untuk dikabulkan,” ujar Tarmin.
Tarmin menegaskan, dirinya bukan bermaksud mempersoalkan kegiatan masyarakat dalam merayakan HUT RI. Namun, menurutnya, pemerintah dan wakil rakyat perlu memiliki skala prioritas ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi darurat.
“Kami bukan melarang masyarakat merayakan HUT RI. Tetapi sekarang masyarakat Samuda sedang membutuhkan air bersih. Ini kebutuhan mendasar, bahkan untuk berwudhu saja masyarakat kesulitan,” katanya.
Tarmin mengaku persoalan tersebut juga sudah pernah disampaikannya secara langsung kepada anggota DPRD Kotawaringin Timur saat dirinya menemui wakil rakyat dalam momentum rapat paripurna DPRD Kotim.
Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan tersebut tidak berhenti sebagai keluhan masyarakat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan solusi konkret.
Selain meminta pemerintah daerah turun tangan, Tarmin juga berharap seluruh wakil rakyat dari daerah pemilihan Samuda ikut memperjuangkan kebutuhan masyarakat, tanpa melihat latar belakang partai politik.
“Jangan hanya datang ketika membutuhkan suara masyarakat menjelang pemilu. Ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan, wakil rakyat juga harus hadir dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Tarmin berharap pemerintah segera menyiapkan langkah darurat, termasuk distribusi air bersih apabila diperlukan, sembari mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di Samuda.
Bagi warga, air bersih bukan kebutuhan tambahan. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang menyangkut kesehatan, kehidupan sehari-hari hingga pelaksanaan ibadah.
(Misnato)









