SERUYAN – KALTENG  || Journalistpolice.com – Dugaan penggarapan ribuan hektare lahan rawa dan padang pasir di wilayah Desa Baung, Jahitan, dan Muara Dua oleh PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM) menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sebagian kawasan yang memiliki potensi di tiga desa tersebut diduga telah dibuka dan ditanami kelapa sawit, bahkan disebut sudah memasuki fase tanaman menghasilkan.
Namun di sisi lain, muncul dugaan bahwa terdapat lahan yang status pembayaran atau ganti ruginya kepada pemilik lahan belum sepenuhnya tuntas.

Sejumlah warga melalui tayangan media sosial mempertanyakan kejelasan status lahan yang disebut telah dimanfaatkan perusahaan.
Dalam berbagai unggahan, muncul klaim bahwa area rawa dan padang pasir yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat kini telah berubah menjadi areal perkebunan sawit produktif.
Isu tersebut semakin menjadi perhatian karena turut beredar dokumen dan visual yang disebut sebagai peta rencana pembebasan lahan serta pengembangan areal perkebunan pada periode sebelumnya.
Meski demikian, keabsahan, cakupan, dan implementasi dokumen tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.
Sejumlah pihak berharap persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Transparansi mengenai status lahan, mekanisme pembebasan, pembayaran ganti rugi, hingga legalitas pemanfaatan areal dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada seluruh pihak.
Pengamat sosial masyarakat menilai, apabila terdapat sengketa atau dugaan persoalan administrasi lahan, penyelesaiannya perlu dilakukan melalui dialog, verifikasi lapangan, audit data, serta mekanisme hukum dan mediasi yang berlaku agar tidak memicu konflik horizontal.
Hingga berita ini ditulis, informasi yang berkembang masih bersumber dari tayangan dan unggahan viral di media sosial serta memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Pihak PT Gawi Bahandep Sawit Mekar maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi atas dugaan yang berkembang.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.
Penulis: Misnato (Petualang Jurnalis) Asal Kota Sampit







