BerandaDAERAHKebocoran BBM Bersubsidi di Kotim, Legislator Murka

Kebocoran BBM Bersubsidi di Kotim, Legislator Murka

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

SAMPIT ||  Journalistpolice.com – Kelangkaan BBM bersubsidi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memicu kemarahan legislatif. Antrean panjang kendaraan terjadi hampir setiap hari di SPBU, sementara harga Solar dan Pertalite di tingkat pengecer melonjak tajam.

Menyikapi permasalahan tersebut M Abadi legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa Anggota DPRD Kotiawaringin Timur angkat bicara.

Menurutnya, kondisi ini diduga bukan akibat kekurangan kuota, melainkan adanya kebocoran distribusi di lapangan. Praktik pelangsiran menggunakan jeriken hingga dugaan keterlibatan oknum industri disebut menjadi penyebab BBM cepat habis.

BACA JUGA  Prihatin! Siswi SMP di Kubu Raya Dicabuli, Pelaku Lebih dari 1 Orang

“SPBU baru bongkar, tidak lama kemudian Solar sudah habis. Ini patut diduga ada permainan,” ujar warga.

Abadi, secara tegas mendesak BPH Migas untuk turun langsung melakukan audit distribusi BBM di wilayah Kotim.

“Kami minta BPH Migas segera turun ke lapangan. Audit SPBU dan tindak mafia pelangsir. Ini hak rakyat kecil yang dirampas,” tegasnya, Selasa (5/5/2026).

BACA JUGA  DP3A Kabupaten Sukabumi "Miskin Anggaran" ?!?

Ia menilai kuota BBM subsidi untuk Kotim sebenarnya mencukupi, namun distribusinya tidak tepat sasaran sehingga masyarakat justru kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Dampak kelangkaan mulai merembet ke sektor ekonomi. Aktivitas logistik di Sampit sebagai jalur distribusi utama di Kalimantan Tengah terancam terganggu, yang berpotensi memicu kenaikan harga barang.

“Kalau dibiarkan, inflasi daerah bisa meningkat. Usaha kecil yang paling terdampak,” tambahnya.

BACA JUGA  Kondisi Halaman Terminal Penumpang Patih Rumbih di Kotim Memprihatinkan

Legislator ini juga mendesak Pertamina memperketat pengawasan distribusi, termasuk penerapan sistem digital seperti CCTV dan barcode untuk mencegah penyalahgunaan.

Selain itu, penindakan tegas secara pidana terhadap pelaku penimbunan dan SPBU nakal dinilai menjadi langkah mendesak.

Masyarakat berharap pemerintah pusat segera turun tangan agar distribusi BBM kembali normal dan tidak merugikan rakyat kecil.

“Jangan sampai BBM subsidi terus ‘bocor’ tanpa penanganan serius. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkas Abadi.

BACA JUGA  Kasus Curanmor di Kotim Marak Terjadi

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini