BerandaHUKRIMFikra Petugas Rutan Cilodong Tidak Beretika Perlu di Evaluasi

Fikra Petugas Rutan Cilodong Tidak Beretika Perlu di Evaluasi

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

JAKARTA  ||  Journalistpolice.com. – Rumah Tahanan Negara (Rutan) tempat penampungan bermacam macam para narapidana, seperti halnya Rutan Cilodong Depok.

Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) merupakan unit divisi kerja pelaksana dalam menajemen Rutan Cilodong Depok.

Fikra salahsatu petugas KPR Rutan Cilodong, seorang petugas yang tidak mencerminkan kepribadian dengan baik.

BACA JUGA  Sinergi Berantas Narkoba, Polsek Bukit Batu Hadiri Rapat Koordinasi bersama BNN Kalteng

Pada saat jajaran DPD SPMI Bogor Raya melakukan pemantauan data dan informasi untuk publik, tentang kinerja Rutan Cilodong Depok.

Dimana sebelumnya berawal jajaran DPD SPMI Bogor Raya, melayangkan surat resmi berisi audensi pada hari Kamis pukul 14.30 Wib kepada rutan Cilodong Depok.

Menurut petugas jaga membenarkan dan menerima isi surat itu, dan seraya berkata menambahkan, datang saja pada hari Sabtu pukul siang YA.. ketemu dengan Pak Agung, ujar petugas jaga, yang sebelumnya sambil menunggu Rei dan Fazar (DPD SPMI) Kedua jajaran pengurus, mengiyakan atas penyampaian darinya.

BACA JUGA  Barak Narkoba di Binjai Selatan Kembali Digrebek dan Dimusnahkan Polres Binjai

Bergantinya hari, DPD SPMI Bogor Raya, pada Sabtu (9/11) pukul 12:00 mendatangi Rutan Cilodong, sambil menunggu dan mengatakan pada petugas jaga, kehadirannya atas ucapan petugas jaga pada hari kamis (7/11) pukul 14:30 wib.

Kelengahan Dalam Bertugas Jaga. Dalam penyambutan itu mereka petugas jaga sempat, mengatakan surat audensi dari DPD SPMI tidak ada, tanpa di cek terdahulu di buku catatan mereka yang kami sampaikan pada mereka.

Ketika kami menyampaikan lewat bukti sebuah foto, baru mereka menoreh ke catatan buku tamu atau surat yang masuk, ia membenarkan hal itu.

BACA JUGA  Pria 40 Tahun Dibekuk, Sembunyikan 9 Paket Sabu di Bungkus Rokok

Petugas Rutan Cilodong Tidak Beretika. Selanjutnya mereka melaporkan kehadiran kami (DPD SPMI) Bogor Raya, kepada petugas rutan di dalam. Selang beberapa waktu datanglah seorang petugas rutan tertera bernama Fikra (KPR).

Dia menghampiri kami dan berhenti dihadapan kami, sambil tangan bertolak pinggang dan ia berkata,dari mana ini dengan wajah berkerut dan tak bersahabat pada jaringan jajaran media.

Jawabnya kami dari DPD SPMI kehadiran kami atas undangan petugas jaga datang pada hari Sabtu, untuk beraudensi dengan rutan Cilodong, jawab singkatnya.

BACA JUGA  SP Lumban Gaol: Sambut Baik Komitmen Menhut dan Kejagung Berangus Investor Ilegal di Kotim

Fikra (bertolak pinggang) dengan singkat mengatakan hari Senin saja datang kesini, tanpa kroscek terlebih dahulu kepada petugas yang mengarahkan kami bertemu dengan Agung.

Disinilah yang menjadi krusial bagi petugas rutan Cilodong, yang menjadi PR bagi mereka terkait pelayanan dan sikap yang tersampaikan kurang mempunyai etika dan beradab dari oknum tersebut.

Menurut tersampaikan dibawah kepemimpinan pemerintahan Prabowo Subianto, kepada para menteri dan para pejabat abdi negara, memberikan pelayanan berguna kepada kepentingan rakyat dengan baik, dan berpihak kepada rakyat ujar Presiden terdapat contain lewat media sosial maupun dalam berita online.

Rangkaian pesan himbauan Presiden RI Prabowo Subianto itu, memberikan pesan penting pada jajarannya. (*Red – DPD SPMI*).

BACA JUGA  Polres Kotim di Praperadilkan Advokat dan Konsultan Hukum

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini