PAMALIAN – KALT ENG  || Journalistpolice.com – Musibah kebakaran menghanguskan rumah Suyanto di Desa Pamalian, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Rumah kayu berukuran sekitar 5 x 24 meter yang merupakan peninggalan mertuanya itu ludes terbakar. Tidak ada satu pun harta benda yang berhasil diselamatkan karena api dengan cepat membesar dan menguasai seluruh bangunan.
Saat kejadian, Suyanto tidak berada di rumah karena masih berada di kebun durian. Di rumah hanya ada istrinya bersama tiga orang anak mereka yang masih kecil.
Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian istri Suyanto sempat memanaskan nasi menggunakan kompor gas di dapur. Namun karena anak bungsunya rewel, ia masuk ke kamar untuk menidurkan sang anak.
Setelah anaknya tertidur, tanpa disadari ia juga ikut tertidur bersama ketiga anaknya. Beberapa saat kemudian, ia terbangun karena merasakan hawa panas yang tidak biasa dari dalam rumah.
Betapa terkejutnya ketika membuka mata, kobaran api sudah membesar dan hampir melalap kamar tempat dirinya bersama anak-anaknya tertidur.
Dalam kondisi panik, ia segera membangunkan ketiga anaknya dan berusaha menyelamatkan diri keluar rumah. Beruntung seluruh anggota keluarga berhasil keluar sebelum api menguasai bangunan.
Diduga kebakaran berasal dari area dapur dan berkaitan dengan kompor gas yang sebelumnya digunakan untuk memanaskan nasi. Namun penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Bangunan yang terbuat dari kayu dengan atap sirap yang dilapisi seng membuat api sangat cepat menjalar. Dalam hitungan menit, rumah yang dibangun pada tahun 1985 itu sudah dilalap si jago merah.
Warga yang mengetahui kejadian berupaya memberikan pertolongan. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari PT Tunas Agro Subur Kencana (TASK) III juga dikerahkan ke lokasi.
Namun saat petugas tiba, bangunan sudah dalam kondisi hangus terbakar. Upaya pemadaman lebih difokuskan pada pendinginan dan mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Akibat peristiwa tersebut, seluruh harta benda milik keluarga Suyanto musnah. Pakaian, perabotan rumah tangga, dokumen penting, hingga perlengkapan sekolah anak-anak tidak sempat diselamatkan.
Kini keluarga Suyanto kehilangan tempat tinggal dan hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan saat menyelamatkan diri.
Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga tersebut. Mereka berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, perusahaan, lembaga sosial, maupun para dermawan untuk membantu meringankan beban dan membangun kembali tempat tinggal yang telah menjadi abu.
“Yang paling kami syukuri adalah istri dan anak-anak selamat. Rumah dan seluruh isi rumah memang habis, tetapi nyawa keluarga masih terselamatkan,” ujar salah seorang kerabat keluarga.







