SAMPIT – KALT ENG || Journalistpolice.com – Kepungan asap dan api tidak menyurutkan langkah Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) untuk turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (7/10/2026).
Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra W., S.H., S.I.K., M.M., bersama personel gabungan berjibaku menembus kepulan asap untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.
Turut mendampingi Kapolres Kotim dalam penanganan Karhutla tersebut, Kasat Lantas AKP Hariyanto, S.H., Kapolsek Ketapang AKP Anis, dan Wadanyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalteng, AKP Waris Waluyo, S.H., M.M.

Menurut Kapolres, penanganan Karhutla di kawasan tersebut bukan perkara mudah. Kondisi lahan gambut membuat api sulit dipadamkan karena bara dapat bertahan dan kembali muncul di bawah permukaan tanah.
Selain kondisi lahan, keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan.
Akses menuju titik api juga cukup sulit. Petugas harus menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua selama hampir 90 menit untuk mencapai lokasi kebakaran.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas gabungan terus melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan.
Hari ini sedikitnya tujuh titik api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali bara api.
Kondisi cuaca juga menjadi tantangan. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar dan bara api mudah kembali menyala.
Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api, pihak perusahaan turut mengerahkan alat berat guna membuat sekat kanal sebagai upaya memperlambat pergerakan api dan membatasi area yang terbakar.
Upaya pemadaman juga didukung dengan pembangunan sumber air. Dari 10 sumur bor yang direncanakan, sebanyak 5 sumur bor telah terpasang. Kedalaman sumur bor tersebut mencapai sekitar 18 meter.
Sekitar 50 personel terlibat dalam penanganan Karhutla hari ini. Mereka terdiri dari dua regu Polres Kotim, satu regu Polsek, sekitar 30 relawan, 12 personel Brimob, satu regu Koramil, serta unsur kecamatan, kelurahan dan pihak perusahaan.
Personel Polsek Ketapang dan Polres Kotim beserta jajaran sendiri telah kurang lebih dua pekan berjibaku menghadapi asap dan titik panas di kawasan tersebut.
Kapolres Kotim turun langsung memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan di lapangan. Petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan pendinginan untuk mencegah bara di dalam lahan gambut kembali membesar.
Di tengah upaya pemadaman tersebut, Kapolres Kotim juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami bermohon khusus kepada masyarakat di Kelurahan Mentaya Seberang dan Kotim umumnya. Ayo kita sama-sama peduli dengan lingkungan. Stop membakar lahan, jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena itu sangat merugikan kita semua,” imbau Kapolres Kotim.
Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat secara lebih luas.
“Secara umum transportasi udara pun terganggu sampai hari ini,” ujarnya.
Kapolres berharap kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dapat terus ditingkatkan. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar kejadian Karhutla tidak terus berulang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Sinergi antara Polri, TNI, relawan, pemerintah kecamatan dan kelurahan serta pihak perusahaan terus dilakukan untuk mengendalikan Karhutla di Mentaya Seberang.
Dengan kondisi angin yang masih menjadi faktor pemicu cepatnya api membesar, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan terhadap titik-titik yang sebelumnya berhasil dipadamkan.
Pewarta : Misnato












