SAMPIT – KALTENG || Journalistpolice.com – SMAN 1 Sampit kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, spiritualitas, dan nilai kemanusiaan. Melalui pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di halaman utama sekolah, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan ibadah dimulai pukul 06.30 WIB dan berlangsung khusyuk serta penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar.
Suasana religius tampak menyelimuti lingkungan sekolah sejak pagi hari. Momentum Hari Raya Kurban ini menjadi wujud harmonisasi pendidikan formal dengan pembinaan nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha tahun ini, Habib Abdullah bin Idrus Al Khiridz dipercaya sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai fondasi pendidikan keimanan, kepatuhan, serta pengabdian kepada Allah SWT.
Sementara itu, tugas muazin dipercayakan kepada Muhammad Amin, S.Pd yang mengumandangkan adzan dengan penuh kekhidmatan dan memandu jalannya ibadah.

Kepala SMAN 1 Sampit, M. Darma Setiawan, S.Pd, mengatakan pelaksanaan Sholat Idul Adha memiliki dimensi strategis dalam membangun generasi muda yang religius, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya melahirkan peserta didik unggul secara intelektual, tetapi juga harus membentuk pribadi dengan kecerdasan spiritual dan sosial yang kuat di tengah tantangan zaman.
“Momentum Idul Adha bukan hanya ritual ibadah, tetapi ruang pendidikan karakter yang sangat mendalam. Nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS mengajarkan keikhlasan, keteguhan iman, loyalitas terhadap nilai kebenaran, serta kesediaan mendahulukan kepentingan yang lebih besar demi kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral menghadirkan pembelajaran yang holistik dengan menyeimbangkan aspek intelektual, emosional, spiritual, dan sosial peserta didik.
“Di era modern, tantangan pendidikan bukan hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana membangun manusia berakhlak mulia, memiliki empati sosial, serta mampu menjaga nilai moral dan kemanusiaan. Idul Adha memberi pelajaran tentang pengorbanan, disiplin, tanggung jawab, dan ketulusan dalam menjalankan amanah kehidupan,” tambahnya.
Darma Setiawan berharap kegiatan keagamaan seperti Sholat Idul Adha mampu mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga sekolah sekaligus membentuk kultur sekolah yang religius, harmonis, dan humanis.
Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Sampit, Susilo ST, mengapresiasi pelaksanaan Sholat Idul Adha yang berlangsung tertib, khidmat, dan sarat nilai edukatif.
Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki posisi penting dalam membentuk keseimbangan antara kecerdasan akademik dan moral peserta didik.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan peradaban dan akhlak generasi muda. Nilai pengorbanan, keikhlasan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam Idul Adha sangat relevan membangun generasi tangguh, humanis, dan peduli sesama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tantangan kehidupan modern menuntut lembaga pendidikan lebih aktif menanamkan nilai spiritual dan budaya gotong royong agar peserta didik tidak kehilangan identitas moral di tengah derasnya perkembangan teknologi dan informasi.
Dalam khutbahnya, Habib Abdullah menegaskan bahwa Idul Adha merupakan momentum reflektif untuk memahami hakikat pengabdian dan pengorbanan dalam kehidupan.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar peristiwa historis, melainkan pesan universal tentang keikhlasan, kesabaran, pengendalian diri, serta kesediaan berkorban demi kebaikan yang lebih besar.
“Idul Adha mengajarkan bahwa manusia mulia adalah mereka yang mampu mengalahkan egoisme, keserakahan, dan kepentingan pribadi demi menjalankan perintah Allah SWT serta menghadirkan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Ia juga mengajak generasi muda menjadikan spirit kurban sebagai landasan membangun kehidupan yang lebih bermakna, produktif, serta berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha di SMAN 1 Sampit bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, tetapi menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan ukhuwah di lingkungan sekolah.
Melalui semangat Idul Adha 1447 H, keluarga besar SMAN 1 Sampit berharap nilai pengorbanan, ketulusan, dan kepedulian sosial terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang beriman, berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Hms)







