SAMPIT – KALT ENG  || Journalistpolice.com – Kapolres Kotawaringin Timur (Kapolres Kotim) AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memimpin upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Yang terjadi di Jalan Cilik Riwut KM 14, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa malam (28/7/2026).
Kapolres didampingi Kabag Ops Polres Kotim Kompol Yuan Irsyady, S.I.K., serta Kepala BPBD Kotawaringin Timur Multazam.
Turut hadir Kapolsek Kota Besi Iptu Edy Hariyanto bersama personel Polsek Kota Besi, personel TNI, 20 personel BNPB, 2 personel Damkar Kecamatan Kota Besi, serta 5 anggota Relawan Peduli Api.
Kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat yang berada di pinggir Jalan Cilik Riwut, dekat perbatasan Kecamatan Baamang. Berdasarkan titik koordinat 2°26’43,11″ LS dan 112°59’8,221″ BT, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare.
Kondisi lahan gambut membuat api berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani. Menyikapi situasi tersebut, Kapolres Kotim langsung mengerahkan personel gabungan untuk melakukan pemadaman secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan tiga unit truk tangki pemadam milik BNPB, satu unit truk tangki pemadam dari Kecamatan Kota Besi, serta satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Kotim untuk membantu proses pemadaman.
Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih terus melakukan proses pendinginan karena karakteristik lahan gambut yang memungkinkan bara api tetap menyala di bawah permukaan tanah dan mengeluarkan asap.
Di sela-sela kegiatan, Kapolres Kotim menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla.
“Saya turun langsung bersama anggota karena kita tidak bisa menunggu. Karhutla ini ancamannya nyata, bisa merusak kesehatan dan mengganggu aktivitas warga. Alhamdulillah api sudah padam, tetapi kami tetap siaga melakukan pendinginan agar tidak muncul titik api kembali,” ujar AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas.
(Humas Polres Kotim)







