SAMPIT – KALT ENG  || Journalistpolice.com – Kepedulian terhadap kerukunan antarumat beragama ditunjukkan Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra W., S.H., S.I.K., M.M., saat mengunjungi pembangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Soekarno, Lingkar Utara, Sampit, Kalimantan Tengah.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih. Selain menjalin silaturahmi dengan pengurus dan jemaat gereja, Kapolres juga menyampaikan pesan penting mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kesempatan itu, Kapolres mengajak jemaat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, keharmonisan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan, tindakan tersebut juga dapat membawa konsekuensi hukum.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan beragama, Kapolres Kotim turut menyerahkan bantuan untuk mendukung pembangunan Gereja HKBP. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang penyelesaian sarana ibadah sehingga nantinya dapat dimanfaatkan jemaat untuk menjalankan kegiatan keagamaan.
Pengurus Gereja HKBP menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan, perhatian, serta bantuan yang diberikan. Pihak gereja juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polres Kotim dalam menjaga kamtibmas, memperkuat toleransi, dan mendukung upaya pencegahan karhutla.
Suasana keakraban semakin terasa ketika pihak gereja menyerahkan kain ulos, kain tradisional masyarakat Batak, kepada Kapolres Kotim. Ulos tersebut menjadi simbol penghormatan, kasih sayang, dan ikatan persaudaraan antara jemaat gereja dengan jajaran kepolisian.
Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, Polres Kotim menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkokoh kerukunan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kotawaringin Timur.
(Hms)












