BerandaFIKSIPandangan Seorang Wanita Terhadap Seorang DUDA

Pandangan Seorang Wanita Terhadap Seorang DUDA

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Journalistpolice.com – Inilah pandangan seorang wanita terhadap seorang DUDA, bahwa Luka seorang DUDA yang tak pernah diceritakannya selaku DUDA.

Menjadi DUDA tidak sesederhana yang orang kira. Dimata banyak orang DUDA terlihat kuat terlihat bebas. Terlihat seolah hidupnya baik-baik saja. Padahal yang tidak terlihat adalah berantakannya isi kepala dan hatinya.

Sebagai wanita, aku bisa merasakan satu hal, lelaki yang menjadi DUDA bukan kehilangan cinta saja, tapi kehilang peran, kehilangan tempat pulang, kehilangan seseorang yang dulu jadi saksi hidupnya.

Setelah menjadi DUDA, lelaki tidak langsung sembuh, dia hanya belajar menyembunyikan luka dibalik rutinitas dan tanggung jawab. Dia tetap bekerja, tetap tertawa, tetap terlihat normal, tapi malam-malamnya sering panjang dan sunyi.

Bukan karena ingin kembali, tapi karena belum selesai dengan dirinya sendiri. Aku melihat bagaimana DUDA menahan lelahnya, dia jarang bercerita bukan karena tidak ingin didengar, tapi karena sudah terlalu sering tidak dimengerti.

Sedikit salah, dia dicap gagal, sedikit senyum dia dibilang cepat move on, padahal sebenarnya dia hanya sedang berusaha bertahan. Kalau dia punya anak, lukanya lebih dalam.

Sebagai wanita, aku tau ada bersalah yang tidak pernah benar-benar pergi dari seorang ayah DUDA. Dia ingin terlihat kuat didepan anaknya, padahal hatinya sering runtuh saat melihat anaknya tertidur.

Dia bertanya dalam diam, apakah aku cukup?, apakah anakku bahagia bersamaku?. Pertanyaan itu tidak pernah terucap, tapi selalu ada.

Menjadi DUDA membuat lelaki lebih berhati-hati mencintai, bukan karena dingin, tapi karena dia sudah tau betapa mahalnya sebuah kegagalan.

Sebagai wanita, aku melihat sisi yang jarang diceritakan. Lelaki DUDA tidak haus perhatian. Dia hanya ingin dimengerti tanpa dihakimi. Dia tidak butuh diselamatkan.

Dia hanya butuh ditemani tanpa dipaksa lupa. Dan kalau suatu hari nanti, seorang DUDA memilih mencintai lagi. Percayalah itu bukan karena sepi semata, itu karena dia sudah belajar dari luka.

Sudah berdamai dengan masa lalu, dan ingin membangun sesuatu dengan cara yang lebih dewasa.

Sebagai wanita, aku tidak melihat DUDA sebagai lelaki gagal. Aku melihatnya sebagai lelaki yang pernah berjuang, pernah jatuh dan masih memilih bertanggung jawab, mesti hidup tidak lagi utuh, dan itu bukan kelemahan, itu keberanian.

Sumber: Medsos

BACA JUGA  Polresta Palangka Raya Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Seorang Wanita

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini