SAMPIT || Journalistpolice.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memastikan penyebab kebakaran kapal TB Batara VII yang terjadi di area docking Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih dalam proses penyelidikan.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas III Sampit, Capt. Indra Novel, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menangani dampak kejadian tersebut.
“Dalam musibah ini, satu orang mengalami luka, satu orang meninggal dunia, dan satu lainnya masih dalam pencarian. Kami terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan di lapangan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, mengapresiasi respons cepat dan sinergi lintas instansi dalam upaya pemadaman kebakaran yang terjadi pada Sabtu (28/3/2026).
“Fokus utama saat kejadian adalah memadamkan api. Semua pihak bergerak cepat dan bekerja maksimal dalam menangani insiden ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak diharapkan siapa pun. Namun demikian, kolaborasi antarinstansi dinilai berhasil menekan dampak yang lebih luas, mulai dari pemadaman hingga evakuasi korban.
Sementara itu, Pimpinan PT Nusantara Docking Sejahtera, Seftervianus Franklin, menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan bahwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan sempat disertai suara ledakan yang membuat warga sekitar panik.
“Berdasarkan keterangan masyarakat, diduga kebakaran dipicu sambaran petir ke mesin pompa tongkang, yang kemudian menimbulkan ledakan dan percikan api,” jelasnya.
Upaya pemadaman melibatkan satu peleton personel BPBD bersama tim gabungan dari berbagai instansi. Proses pemadaman sempat terkendala karena adanya dugaan bahan bakar minyak di kapal, sehingga api sulit dikendalikan.
Api akhirnya berhasil dilokalisir sekitar pukul 20.15 WIB, dilanjutkan proses pendinginan hingga benar-benar padam pada pukul 20.30 WIB.
Dalam proses evakuasi, satu korban luka langsung mendapatkan penanganan medis. Tim juga menemukan satu korban meninggal dunia di dalam kapal dengan kondisi memprihatinkan.
Sementara itu, pencarian terhadap satu korban lainnya masih terus dilakukan, termasuk penyisiran di area sungai sekitar lokasi kejadian.








