SAMPIT – KALTENG || Journalistpolice.com – Polres Kotawaringin Timur (Polres Kotim) menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat Samuda terkait dugaan tawuran adalah tidak benar atau hoaks.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui akun Facebook atas nama Maria Mua Samuda di grup KABAR SAMUDA, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Klarifikasi disampaikan Kamis (22/1/2026).
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, S.E. menjelaskan bahwa personel Polsek Jaya Karya telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan monitoring atas informasi tersebut.

Dalam unggahan akun tersebut disebutkan adanya tawuran di wilayah Samuda sekitar pukul 00.00 WIB, dengan narasi sekelompok orang membawa senjata tajam dan senapan angin melintas di sekitar kafe di Jalan Partoe Muksin, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Namun, hasil pulbaket di lapangan menunjukkan bahwa pemilik akun, Sdri. Maria Ulfah, tidak menyaksikan langsung adanya aksi tawuran. Ia hanya melihat sekelompok remaja berjumlah sekitar 6–7 orang melintas menggunakan sepeda motor pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Kelompok tersebut diketahui membawa senapan angin dan parang. Berdasarkan keterangan warga sekitar, aktivitas membawa senapan angin, parang, maupun tombak ikan pada malam hari sering dilakukan warga untuk berburu burung, ikan, dan kodok, dan bukan merupakan aksi tawuran.
Dari hasil pengecekan di sepanjang Jalan Partoe Muksin, tidak ditemukan adanya peristiwa tawuran sebagaimana yang diberitakan di media sosial.
Atas kejadian tersebut, pemilik akun Facebook Maria Mua Samuda telah membuat klarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas informasi yang tidak benar.
Polsek Jaya Karya Samuda memastikan akan terus memonitor situasi kamtibmas dan meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam rawan malam, guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Polres Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan cermat dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. (Hms/to)









