spot_img
BerandaDAERAHBupati, DPRD, dan Camat Dinilai Tutup Mata atas Derita Desa Tumbang Kunyi

Bupati, DPRD, dan Camat Dinilai Tutup Mata atas Derita Desa Tumbang Kunyi

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

“Negara Absen Puluhan Tahun, Infrastruktur Rusak dan Listrik Mati”

MURUNG RAYA  – KALTENG || Journalistpolice.com –  Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Marliansyah, melontarkan kritik keras kepada Bupati Murung Raya, DPRD Murung Raya, serta Camat setempat yang dinilai menutup mata terhadap penderitaan warga Desa Tumbang Kunyi, Kecamatan Sumber Barito.

Puluhan tahun lamanya, desa di pedalaman Murung Raya itu hidup tanpa akses jalan dan jembatan yang layak, serta harus menghadapi kondisi listrik yang sering padam bahkan tidak menyala dalam waktu lama.

Kondisi tersebut menjadi potret nyata kegagalan pembangunan yang tidak menyentuh rakyat di wilayah terpencil.

BACA JUGA  Kasdim 1202/Singkawang, Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96

Warga Desa Tumbang Kunyi, Sukariadi alias Bapak Elot, mengaku sudah lama menyampaikan keluhan, namun tak pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Jalan dan jembatan di sini sudah rusak bertahun-tahun, tidak pernah diperbaiki. Kalau hujan, kami hampir tidak bisa keluar desa. Listrik juga sering mati. Kami seperti tidak dianggap sebagai warga negara,” ujarnya dengan nada kecewa.

Keterbatasan infrastruktur itu berdampak langsung pada seluruh aspek kehidupan warga. Aktivitas ekonomi lumpuh, anak-anak kesulitan bersekolah, dan warga sakit harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jalan rusak dan jembatan rapuh.

BACA JUGA  Dinsos Kabupaten Garut Raih Penghargaan IKK Nasional

LAMI: Ini Bukan Lalai, Tapi Sengaja Dibiarkan

Marliansyah menegaskan, kondisi tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran sistematis oleh pemerintah daerah.

“Puluhan tahun dibiarkan rusak, listrik tidak normal, dan tidak ada solusi. Kalau ini bukan pembiaran, lalu apa namanya? Bupati, DPRD, dan Camat seolah kompak menutup mata,” tegas Marliansyah.

Ia menyebut jargon pemerataan pembangunan hanya menjadi slogan kosong jika desa seperti Tumbang Kunyi masih terisolasi.

BACA JUGA  Arus Mudik 2025 Kalteng Penyumbang Penumpang Terbanyak

“Turunlah ke lapangan. Jangan hanya rapat di kantor ber-AC. Rakyat di desa ini hidup tanpa akses dasar. Negara seharusnya hadir, bukan bersembunyi,” katanya.

LAMI Ajukan Tuntutan Tegas

LAMI mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan DPRD untuk segera bertanggung jawab melalui langkah konkret:

  1. Audit dan peninjauan lapangan segera terhadap jalan, jembatan, dan kelistrikan Desa Tumbang Kunyi.
  2. Penetapan anggaran prioritas untuk perbaikan infrastruktur secara permanen.
  3. Normalisasi layanan listrik dengan melibatkan PLN secara terbuka dan akuntabel.
  4. Pelibatan masyarakat desa dalam perencanaan pembangunan.
BACA JUGA  Kapolda dan Pangdam Pastikan TNI-Polri Tetap Solid Pasca Insiden

“Jika Bupati dan DPRD tetap diam, LAMI siap membawa persoalan ini ke tingkat provinsi hingga pusat. Jangan biarkan rakyat terus menderita di negeri yang mengaku sedang membangun,” tandas Marliansyah.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Murung Raya, DPRD Murung Raya, maupun pihak Kecamatan belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi Desa Tumbang Kunyi dan tuntutan masyarakat (to)

BACA JUGA  Opini: PT MAP Diduga Kuat Langgar Aturan Perizinan, Pemerintah, DPRD dan APH Tutup Mata

 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini